Pandemi Virus Corona di Indonesia
Perkembangan
Covid 19
atau Virus Corona sudah menyebar luas di Indonesia. Sejak 9 Juni 2020
pasien yang terkonfirmasi setiap harinya terjadi kenaikan hampir 1000 orang. Walaupun
pasien yang terpapar Virus Corona bertambah, tetapi tingkat kesembuhannya cukup
stabil dan dua kali lipat lebih banyak dari angka kematiannya. Bisa dilihat di
bawah ini table perkembangan Corona di Indonesia sejak 5 hari terakhir.
|
No
|
Tanggal
|
Terkonfirmasi
|
Sembuh
|
Meninggal
|
Total
|
|
1
|
Jumat, 10 Juli 2020
|
1.611
|
878
|
52
|
72. 347
|
|
2
|
Sabtu,
11 Juli 2020
|
1.671
|
1190
|
66
|
74.018
|
|
3
|
Minggu, 12 Juli 2020
|
1.681
|
919
|
71
|
75.699
|
|
4
|
Senin,
13 Juli 2020
|
1.282
|
1051
|
50
|
76.981
|
|
5
|
Selasa, 14 Juli 2020
|
1.591
|
947
|
54
|
78.572
|
Sudah banyak cara yang digunakan pemerintah untuk menghadapi wabah Corona di Indonesia, contohnya PSBB dan New Normal. Tetapi sekeras apapun kerja Pemerintah untuk menghadapi Pandemi ini tidak akan banyak membantu, jika dari masyarakatnya masih banyak yang melanggar protokol yang diterapkan untuk New Normal.
Banyak
dampak yang disebabkan oleh pandemi
Covid 19, mulai dari Ekonomi, sampai ke dunia Pendidikan. Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo
mengungkapkan tiga dampak besar pandemi Covid-19 terhadap perekonomian
Indonesia sehingga masuk dalam masa krisis.
Dampak
pertama di bidang Ekonomi adalah membuat
konsumsi rumah tangga atau daya beli yang merupakan penopang 60 persen terhadap
ekonomi jatuh cukup dalam. Hal ini dibuktikan dengan data dari BPS yang
mencatatkan bahwa konsumsi rumah tangga turun dari 5,02 persen pada kuartal I
2019 ke 2,84 persen pada kuartal I tahun ini.
Dampak kedua yaitu pandemi menimbulkan adanya ketidakpastian yang
berkepanjangan sehingga investasi ikut melemah dan
berimplikasi pada terhentinya usaha.
Dampak ketiga adalah seluruh dunia mengalami pelemahan ekonomi sehingga menyebabkan harga komoditas turun dan ekspor Indonesia ke beberapa negara juga terhenti.
Dampak ketiga adalah seluruh dunia mengalami pelemahan ekonomi sehingga menyebabkan harga komoditas turun dan ekspor Indonesia ke beberapa negara juga terhenti.
Sedangkan dampaknya di bidang pendidikan, Pandemi
virus corona telah menyebabkan "darurat pendidikan yang belum pernah
terjadi sebelumnya", dengan 9,7 juta anak yang terkena dampak penutupan
sekolah berisiko putus sekolah secara permanen, kata lembaga amal Save the
Children pada Senin (13/07).
Mereka menjelaskan bahwa bencana
ekonomi dari krisis ini bisa mendorong 90 hingga 117 juta anak ke dalam kemiskinan,
yang berdampak langsung pada penerimaan murid di sekolah. "Sekitar 10 juta anak
mungkin tidak pernah kembali ke sekolah — ini adalah darurat pendidikan yang
belum pernah terjadi sebelumnya dan pemerintah harus segera berinvestasi dalam
pendidikan," kata kepala eksekutif Save the Children, Inger Ashing.
Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim, telah mengizinkan kegiatan belajar di sekolah
dengan tatap muka di daerah berstatus zona hijau, mulai tahun ajaran baru Juli
ini. Adapun
daerah yang berstatus zona kuning, oranye dan merah dilarang menggelar kegiatan
belajar tatap muka langsung.
Adapun untuk pembelajaran tatap
muka, prosesnya dilakukan secara bertahap, yakni dimulai dari jenjang SMP dan
SMA/SMK terlebih dahulu. "Ini
mengenai kenyamanan, mengenai kepercayaan kita kepada institusi sekolah yang
bisa melakukan protokol kesehatan yang baik," kata dia.
Banyak solusi yang bisa kita lakukan untuk menghadapi
dampak dari Virus Corona di Indonesia. Untuk menghentikan dampak Ekonomi maupun
bidang Pendidikan selama masa pandemi ini, hal pertama yang bisa di lakukan
yaitu menghentikan penyebaran atau peningkatan Virus Corona. Mulai dari saat
sedang berada di luar jangan lupa untuk memakai masker dan social distancing,
tetap menjaga kesehatan fisik maupun mental dan yang terakhir tetap waspada
terhadap gejala-gejala yang ditunjukan karena Virus Corona.
Solusi untuk dampak Ekonomi bisa di mulai dari
menghemat dan memulai bisnis online atau bisa menjadi pengganti pemasukan
selama Virus Corona. Sedangkan untuk dampak di Bidang Pendidikan, Sekolah yang
sudah mulai belajar secara offline bisa memastikan protokol kesehatan, dan
sekolah yang masih menggunakan pembelajaran secara online bisa memastikan
tentang jadwal yang tidak seperti sekolah offline, mengurangi tugas yang
membuat kita keluar rumah, materi yang mudah di pahami dan yang pasti kesehatan
mental muridnya
Daftar Zona Merah
Sumatra Utara
1.
Kota
Tebing Tinggi
2. Deli Serdang
3. Kota Medan
4. Kota Pematangsiantar
Sumatra Selatan
1. Banyuasin
2. Kota Palembang
Sulawesi Utara
1.Minahasa
2. Kota Manado
Sulawesi Selatan
1. Soppeng
2. Gowa
3. Kota Makassar
4.Kota Pare Pare
Papua
1. Jayapura
Nusa Tenggara Barat
1. Kota Mataram
Maluku Utara
1. Halmahera Utara
2. Kota Ternate
3. Kota Tidore Kepulauan
Maluku
1. Kota Ambon
Kalimantan Timur
1. Kota Balikpapan
Kalimantan Tengah
1.Gunung Mas
2. Kota Palangkaraya
3. Kapuas
Kalimantan Selatan
1. Kota Banjarbaru
2. Tapin
3. Banjar
4. Balangan
5. Barito Kuala
6. Hulu Sungai Utara
6. Tabalong
7. Kota Banjarmasin
8. Kotabaru
Jawa Timur
1. Jombang
2. Kota Mojokerto
3. Mojokerto
4. Gresik
5. Kota Malang
6. Pasuruan
7. Kota Surabaya
8. Nganjuk
9. Bojonegoro
10. Malang
11. Sidoarjo
Jawa Tengah
1. Kota Semarang
2. Demak
DKI Jakarta
1. Jakarta Selatan
2. Jakarta Pusat
3. Jakarta Barat
4. Jakarta Timur
5. Jakarta Utara
Banten
1. Kota Tangerang Selatan
Bali
1.Karangasem
2. Bangli
3. Kota Denpasar
2. Deli Serdang
3. Kota Medan
4. Kota Pematangsiantar
Sumatra Selatan
1. Banyuasin
2. Kota Palembang
Sulawesi Utara
1.Minahasa
2. Kota Manado
Sulawesi Selatan
1. Soppeng
2. Gowa
3. Kota Makassar
4.Kota Pare Pare
Papua
1. Jayapura
Nusa Tenggara Barat
1. Kota Mataram
Maluku Utara
1. Halmahera Utara
2. Kota Ternate
3. Kota Tidore Kepulauan
Maluku
1. Kota Ambon
Kalimantan Timur
1. Kota Balikpapan
Kalimantan Tengah
1.Gunung Mas
2. Kota Palangkaraya
3. Kapuas
Kalimantan Selatan
1. Kota Banjarbaru
2. Tapin
3. Banjar
4. Balangan
5. Barito Kuala
6. Hulu Sungai Utara
6. Tabalong
7. Kota Banjarmasin
8. Kotabaru
Jawa Timur
1. Jombang
2. Kota Mojokerto
3. Mojokerto
4. Gresik
5. Kota Malang
6. Pasuruan
7. Kota Surabaya
8. Nganjuk
9. Bojonegoro
10. Malang
11. Sidoarjo
Jawa Tengah
1. Kota Semarang
2. Demak
DKI Jakarta
1. Jakarta Selatan
2. Jakarta Pusat
3. Jakarta Barat
4. Jakarta Timur
5. Jakarta Utara
Banten
1. Kota Tangerang Selatan
Bali
1.Karangasem
2. Bangli
3. Kota Denpasar
Daftar Zona Hijau
1.
Aceh Barat Daya
Aceh
2. Pidie Jaya
3. Nagan Raya
4. Kota Subulussalam
5. Pidie
6. Aceh Singkil
7. Bireueun
8. Aceh Jaya
9. Aceh Tenggara
10. Aceh Tengah
11. Simeulue
12. Aceh Timur
13. Gayo Lues
14. Bener Meriah
Sumatra Utara
1. Nias Barat
2. Pakpak Bharat
3. Labuhan Batu
4. Mandailing Natal
5. Padang Lawas
6. Nias
7. Toba Samosir
8. Nias Utara
9. Tapanuli Selatan
10. Humbang Hasundutan
11. Nias Selatan
Jambi
1. Kerinci
2. Bungo
3. Tebo
Bengkulu
1. Mukomuko
2. Bengkulu Selatan
3. Kaur
4. Lebong
5. Seluma
Sumatra Barat
1. Kota Sawahlunto
2. Kota Solok
3. Kota Pariaman
Lampung
1. Tulang Bawang
2. Tulang Bawang Barat
3. Kota Metro
4. Mesuji
5. Lampung Timur
6. Way Kanan
Kepulauan Riau
1. Natuna
2. Lingga
3. Kepulauan Anambas
Riau
1. Kep. Meranti
2. Rokan Hilir
3. Siak
Kalimantan Timur
1. Mahakam Ulu
Kalimantan Tengah
1. Sukamara
Sulawesi Utara
1. Bolaang Mongondow Timur
2. Kep. Siau Tagulandang Biaro
Sulawesi Tenggara
1. Muna Barat
2. Konawe Kepulauan
Sulawesi Tengah
1. Tojo Una-una
2. Banggai Kepulauan
Sulawesi Barat
1. Mamuju Utara
2. Majene
Nusa Tenggara Timur
1. Ngada
2. Sumba Tengah
3. Sabu Raijua
4. Malaka
5. Alor
6. Sumba Barat
7. Lembata
8. Rote Ndao
9. Manggarai Timur
10. Timor Tengah Utara
11. Kupang
12. Timor Tengah Selatan
13. Belu
Nusa Tenggara Barat
1. Kota Bima
Maluku Utara
1. Kepuluan Taliabu
Maluku
1. Maluku Tenggara Barat
2. Buru Selatan
3. Maluku Tenggara
4. Kepulauan Aru
Papua Barat
1. Maybrat
2. Pegunungan Arfak
3. Tambrauw
4. Sorong Selatan
5. Teluk Wondama
6. Manokwari Selatan
Papua
1. Yahukimo
2. Mappi
3. Mamberamo Tengah
4. Dogiyai
5. Paniai
6. Tolikara
7. Yalimo
8. Deiyai
9. Mamberamo Raya
10. Nduga
11. Pegunungan Bintang
12 Asmat
13. Supiori
14. Lanny Jaya
15. Puncak
16. Intan Jaya
Sumber :